Kepala Bappeda Kendari Dinilai Kurang Responsif Terhadap Masalah Banjir dan Genangan Air

82

KENDARI, – Masalah banjir dan genangan air yang melanda sejumlah ruas jalan di Kota Kendari telah menjadi sorotan publik belakangan ini.

Meskipun warga setempat merasakan dampak langsung dari kondisi ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Cornelius Padang, terkesan tidak mengambil pusing terhadap penderitaan yang dirasakan masyarakat.

Dalam konfirmasi kepada awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa 28 Mei 2024, Cornelius mengatakan bahwa genangan air di ruas jalan Lepo Lepo merupakan tanggung jawab jalan nasional.

Tanggapan ini memunculkan kekhawatiran atas ketidakresponsifan pemerintah setempat dalam menangani masalah yang meresahkan warga.

Ketika ditanya mengenai koordinasi antara Bappeda Kota Kendari dengan instansi terkait lainnya dalam menangani masalah genangan air, serta alokasi anggaran khusus untuk penanganannya, Cornelius hanya menjawab singkat bahwa koordinasi dilakukan dengan Badan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Jawaban yang minim informasi ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang kejelasan strategi penanganan yang direncanakan serta penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Tidak hanya itu, ketika awak media mencoba mendapatkan informasi tentang dampak menjamurnya pembukaan lahan untuk pembangunan perumahan subsidi terhadap perencanaan kota Kendari, khususnya dalam kaitannya dengan banjir lumpur, respons dari mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kendarin itu pun tidak lebih memuaskan. Beliau mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman, tanpa memberikan informasi yang memadai terkait dengan data atau informasi yang diminta.

Sikap yang terkesan menghindar dari Kepala Bappeda Kota Kendari, terutama dalam menyikapi masalah yang menjadi perhatian masyarakat, menimbulkan kekhawatiran akan efektivitas kinerja Bappeda Kota Kendari dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai lembaga perencanaan pembangunan daerah.

Keterbukaan dan responsifitas yang lebih tinggi dari pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penyelesaian permasalahan yang ada serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Kendari. (red)

Komentar Pembaca