Asrun Lio: Pergeseran Anggaran APBD 2024 Pemkot Kendari Sesuai Aturan

244
Listen to this article

KENDARI, – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang menggeser beberapa pos anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

“Iya,” tegas Asrun saat ditanya mengenai keabsahan langkah tersebut.

Asrun Lio menjelaskan bahwa pergeseran anggaran ini dilakukan karena belanja modal belum mencapai 40% dari total APBD. Berdasarkan hasil evaluasi, langkah ini merupakan tindakan wajib untuk memenuhi pagu anggaran modal yang telah ditentukan.

“Pemkot Kendari diwajibkan mengalokasikan anggaran belanja infrastruktur pelayanan publik minimal 40% dari total belanja daerah, tidak termasuk belanja bagi hasil dan/atau transfer kepada daerah dan/atau desa,” jelas Asrun, merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Meskipun menyetujui langkah Pemkot Kendari, Asrun tidak merinci program atau item anggaran mana yang mengalami pergeseran.

Langkah Pemkot Kendari ini juga memicu pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Kota Kendari untuk menelusuri lebih dalam proses penggeseran anggaran tersebut.

Transformasi Eks MTQ Menjadi Kawasan Pedestrian

Di sisi lain, Pemerintah Kota Kendari mengalokasikan Rp20 miliar untuk mengubah area eks MTQ Kendari menjadi kawasan pedestrian. Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, secara aktif terlibat dalam proyek ini.

Pj Yusup menginisiasi transformasi kawasan eks MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) menjadi zona ramah pejalan kaki. Proyek ini bertujuan menciptakan pusat rekreasi bagi warga dengan menghadirkan fasilitas olahraga, area relaksasi, titik pandang indah, dan atraksi lainnya.

Selain proyek eks MTQ, Pj Yusup juga menginisiasi pedestrianisasi area lain di Kendari. Inisiatif ini sejalan dengan visinya untuk meningkatkan estetika kota dan mempromosikan lingkungan perkotaan yang lebih ramah pejalan kaki dan berkelanjutan.

Anggaran tersebut telah disiapkan untuk menata kawasan ini, termasuk pembangunan arena olahraga, tempat bersantai dan wisata, serta jalan yang didesain satu jalur. Jalur pedestrian di Kota Kendari akan ditata dengan konsep modern seperti kota-kota besar di Indonesia.

Penataan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan mendukung Kota Kendari sebagai kota jasa.

Upaya Muhammad Yusup untuk merevitalisasi dan menjadikan ruang publik di Kendari sebagai kawasan ramah pejalan kaki mencerminkan dedikasinya dalam meningkatkan infrastruktur kota, mempromosikan gaya hidup aktif, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hidup dan layak huni. (red)

Komentar Pembaca