Respons Positif dari Wakatobi-Butur, Aplikasi Ekraf Dispar Sultra Akhiri Era Data Manua

8
Listen to this article

Baubau, – Implementasi sistem informasi produk kreatif yang digagas Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai respons positif dari sejumlah pemerintah daerah di wilayah kepulauan. Khususnya dari Kabupaten Wakatobi dan Buton Utara, aplikasi baru ini dinilai telah mengakhiri era data manual yang selama ini menjadi tantangan.

Pengaktifan Dashboard Aplikasi Sistem Informasi Produk Kreatif Sultra Tahap II ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Dispar Sultra di Hotel Zenith Baubau, pada 24-26 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan, termasuk Wakatobi dan Buton Utara.

Hamrina, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Wakatobi, mengungkapkan kelegaannya. “Kami sangat terbantu sekali, sehingga datanya bisa lebih valid, dan bisa ditampilkan,” ujar Hamrina. Ia secara khusus menyoroti perubahan signifikan dari metode sebelumnya. “Apalagi sebelumnya kami masih melakukan data manual,” tambahnya, menandai pergeseran fundamental dalam pengelolaan data ekraf di daerahnya.

Senada dengan Wakatobi, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Pariwisata Buton Utara, Hasnawati Ladia, juga menyatakan sangat terbantu. Pihaknya, kata Hasnawati, tengah menyusun rencana jangka kerja menengah. “Yang sebelumnya hanya berdasarkan asumsi, dengan adanya Dashboard ini sudah berbasis data dan sangat terbantu,” jelasnya. Ia berharap, pengembangan output Dashboard ini kelak bisa menjabarkan kontribusi ekonomi kreatif pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Rafiuddin, Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Provinsi Sultra, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan manajemen data ekonomi kreatif. “Ini akan menjadi alat kerja bersama di Kabupaten/Kota, untuk menginput dan menganalisa pergerakan data,” ujarnya. Dengan begitu, profil pelaku industri dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di masing-masing daerah dapat terlihat jelas, menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan dan program yang tepat sasaran.

Respons positif ini mengindikasikan bahwa inisiatif Dispar Sultra untuk meningkatkan akurasi dan ketersediaan data ekonomi kreatif di daerah kepulauan telah disambut baik, membuka jalan bagi pengembangan sektor ekraf yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan riil.

Komentar Pembaca