Solusi Petani Wapunto, Dosen Pertanian UHO Ajarkan Produksi Mandiri Pupuk Organik

5
Listen to this article

MUNA (MI) – Petani sayuran di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, selama ini menghadapi tantangan biaya operasional tinggi akibat tingginya ketergantungan pada pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Menanggapi permasalahan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) hadir memberikan solusi praktis melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah pertanian.

Kegiatan pemberdayaan ini menjadi langkah strategis untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada petani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu mandiri dalam memproduksi pupuk berkualitas, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Ir. Teguh Wijayanto, M.Sc, menjelaskan bahwa hasil survei timnya menunjukkan bahwa rendahnya penggunaan pupuk organik di Wapunto disebabkan oleh kurangnya pemahaman petani mengenai manfaat POC dan keterbatasan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber daya yang bernilai.

“Tujuan utama kami adalah transfer pengetahuan dan keterampilan pembuatan pupuk organik cair, dengan memanfaatkan sumber daya alam berupa limbah pertanian, limbah sisa rumah tangga, dan/atau limbah pasar yang banyak tersedia di lingkungan masyarakat,” ujar Prof. Teguh, yang juga menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FP UHO.

Diharapkan, melalui program ini, POC yang dihasilkan tidak hanya dapat menekan biaya produksi secara signifikan, tetapi juga memainkan peran krusial dalam memperbaiki kondisi tanah marginal di Wapunto. Peningkatan kualitas tanah ini selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman sayuran, yang bermuara pada peningkatan pendapatan petani.

Kegiatan PKM Internal yang didanai dari DIPA Fakultas Pertanian UHO TA 2025 ini dilaksanakan pada 09 November 2025 di Balai Kelurahan Wapunto dan dihadiri sekitar 13 peserta, yang didominasi oleh anggota KWT dan aparat kelurahan.

Tim PKM yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Andi Khaeruni R., M.Sc., Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.Si., Prof Dr. Ir. Muhidin, M.Si, dan Agustono Slamet, S.P., M.P., bermitra erat dengan masyarakat setempat.

Pelatihan demonstrasi pembuatan POC dipimpin langsung oleh Agustono Slamet, S.P., M.P., dibantu mahasiswa Diki Kurniawan. Bahan utama yang diolah adalah limbah pertanian/rumah tangga seperti sisa potongan sayuran, kulit buah, dan daun-daun kering. Bahan-bahan ini difermentasi dengan campuran air sisa cucian beras, gula merah, dan EM-4 selama kurang lebih 12 hari hingga siap panen.

Selain materi POC, tim juga memberikan edukasi tambahan, termasuk pembuatan pestisida nabati dari akar bambu yang disampaikan oleh Prof. Andi Khaeruni, dan pentingnya pemanfaatan kearifan lokal dalam budidaya tanaman oleh Prof. Muhidin.

Antusiasme peserta sangat tinggi. “Masyarakat beserta aparat desa yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias. Kami sangat berharap petani, khususnya kelompok wanita tani, mampu memproduksi pupuk cair yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Kelurahan Wapunto.

Prof. Teguh berharap pendampingan akan berlanjut secara berkala. Komitmen FP-UHO adalah memastikan petani hortikultura di Wapunto dapat menghasilkan produk pertanian yang sehat, aman dikonsumsi karena bebas bahan kimia, dan siap dipasarkan, sehingga kesejahteraan petani dapat terangkat. (red)

Komentar Pembaca