Pengembang Berikan Garansi Perbaikan Rumah Tiga Bulan, Fleksibel Hingga Setahun Jika Dilaporkan
KENDARI, – Di tengah kisruh aduan warga BTN Margahayu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, terkait kualitas bangunan rumah subsidi, pihak pengembang, Margahayu Mega Utama, menegaskan komitmennya terhadap perbaikan dan fasilitas umum. Bahkan, pengembang menyatakan memberikan garansi perbaikan rumah yang fleksibel, melampaui masa standar.
Rais Noor, General Manager Margahayu Mega Utama, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada keluhan awal warga, tetapi juga secara aktif memperhatikan kebutuhan dasar penghuni. “Kami telah membangun fasilitas seperti masjid dan drainase di bagian depan maupun belakang perumahan sebagai bukti perhatian kami kepada warga,” terang Noor saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan di DPRD Kota Kendari pada Senin (7/7/2025).
Lebih lanjut, Noor menyampaikan bahwa pengembang memberikan garansi perbaikan rumah bagi penghuni baru selama tiga bulan. Namun, komitmen itu tidak berhenti di situ. “Bukan hanya 3 bulan, ada warga yang sudah setahun kami juga masih lakukan perbaikan selama itu disampaikan ke pengawas di lapangan,” ujarnya, menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas pengembang dalam menanggapi keluhan perbaikan rumah.
Pernyataan ini muncul di tengah RDP yang juga menyoroti adanya tunggakan pembayaran KPR warga di Bank BTN Syariah Kendari, serta tunggakan kepada pihak pengembang itu sendiri. Temuan ini menambah kompleksitas permasalahan yang dihadapi penghuni perumahan subsidi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, menegaskan pentingnya kepatuhan warga terhadap akad kredit. Sementara itu, Bank BTN Syariah Kendari juga menekankan bahwa cicilan yang dibayarkan merupakan bagian dari pengembalian dana APBN yang digulirkan untuk program perumahan rakyat.
Dengan adanya jaminan perbaikan yang fleksibel dari pengembang, diharapkan masalah-masalah teknis yang dialami warga dapat segera teratasi, sehingga fokus utama dapat beralih pada penyelesaian kewajiban finansial yang masih menjadi sorotan.