Kapolres Makassar Copot Kanit Reskrim Polsek yang Gerebek Batalyon 120

2
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COM – Kapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Kombes Pol Budhi Haryanto menyatakan tindakannya mencopot Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Faizal, karena tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya dikabarkan kanit reskrim itu dicopot imbas penangkapan 48 anggota komunitas Batalyon 120 yang merupakan binaan dari Forkompimda Makassar, Sulawesi Selatan.

“Bukan [terkait penangkapan anggota Batalyon], [pencopotan] itu tentang ketidakprofesionalannya. Makanya kami ganti, bahkan nama penggantinya saja juga tidak tahu karena itu adalah usulan dari Kapolsek,” kata Budhi saat ditemui, Makassar, Senin (12/9).

Budhi malah mengatakan berdasarkan fakta lapangan Kapolsek Tallo juga banyak mengeluhkan kinerja kanit reskrim tersebut sehingga diusulkan untuk diganti.

“Puncaknya kemarin kejadian di hari Minggu dini hari, harusnya Kanit Reskrim itu ketika dapat laporan, harusnya cepat ke TKP untuk memberikan klarifikasi untuk mengecek kebenaran dari peristiwa tersebut. Tapi faktanya tidak melakukan sehingga berita ini jadi blunder kemana-mana dan tidak benar. Maka berita ini harus diluruskan sesuai dengan fakta kami minta pengganti itu pun kami minta saran kapolsek,” ungkapnya.

Terpisah, sebelumnya Iptu Faizal mengonfirmasi mengenai pencopotannya. Dia mendapat kabar itu dari kapolsek berdasarkan komunikasi dari kapolrestabes

“Saya dapat kabar pencopotan saya itu dari kapolsek. Kata kapolsek, dia ditelepon langsung sama kapolrestabes,” kata Faizal kepada wartawan, Senin.

Namun, Faizal mengaku dirinya belum mengetahui alasan dirinya dicopot dari jabatannya. Pencopotan tersebut dilakukan hanya melalui sambungan telepon setelah penangkapan komunitas Batalyon 120 dan dirinya sempat diminta untuk melepaskan seluruh anggota komunitas itu.

“Saya memang ditelepon (diminta) untuk melepas [yang ditangkap] pagi-pagi, sama kapolrestabes. Tapi itu perintah lisan saja. Jadi saya takut juga lakukan, karena pertanggungjawabannya nanti,” kata Faizal.

-iklan-

Faizal mengaku pasrah dengan pencopotan dirinya sebagai Kanit Reskrim Polsek Tallo. Dirinya pun mengaku sudah berpamitan dengan seluruh anggotanya.

“Tidak apa-apa kalau saya mau dicopot, saya rasa yang saya lakukan ini sudah benar. Sudah banyak laporan dari warga soal Batalyon, coba tanya sendiri. Warga sudah tidak respect lagi,” kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 48 orang anggota kelompok Batalion 120 yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibina Kapolrestabes Makassar dan Wali Kota Makassar ditangkap saat berpesta minuman keras (Miras) dengan menyita berbagai jenis senjata tajam.

48 orang yang ditangkap usai melakukan pawai keliling untuk menonton balapan liar dan tengah berpesta miras di sebuah rumah toko (Ruko) yang dijadikan sebagai sekretariat di Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Adapun barang bukti yang diamankan sebanyak 164 anak panah busur, 4 buah parang, 1 senjata rakitan jenis Paporo, 3 buah ketapel panah busur, dan 38 botol bekas minuman keras. Sementara, 48 orang yang diamankan masih berstatus sebagai pelajar.

Berdasarkan keterangan salah satu pelaku berinisial MI (18) mengaku dirinya sempat ikut keliling untuk menonton aksi balapan liar.

“Barang bukti seperti anak panah, ketapel, papporo serta parang dan botol minuman keras yang disita di TKP itu biasa kami gunakan untuk perkelahian antar kelompok. Di mana sebelum melakukan tawuran kami melakukan pesta miras di lokasi markas Makassar Aman Batalyon 120,” ungkapnya.

Paparan Kapolrestabes soal Pembentukan Batalyon 120

Terpisah, Kaporlestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menjelaskan alasan dibentuknya Batalyon 120 karena melihat jumlah personel kepolisian di Makassar sangat kurang untuk menangani keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Saya selaku Kapolrestabes mempunyai program dari awal untuk semua anggota untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, salah satunya kita punya wadah yaitu restorative justice diatur dalam peraturan polisi nomor 8 tahun 2021 bagaimana masyarakat yang bermasalah dengan hukum yang mana pihak bisa mencabut laporannya, bisa berdamai di situ kita bisa langkah atau hal ini membantu,” jelas Budhi.

Sehingga, kata Budhi, sejak dirinya ditugaskan di Makassar dirinya langsung mencari mantan-mantan pelaku kriminal untuk direkrut di Batalyon 120 yang bertujuan agar menciptakan Kota Makassar aman.

“Maka dari itu pertama saya datang ke sini apa yang saya lakukan. Saya cari mantan-mantan pelaku yang bisa mempengaruhi pelaku untuk sadar untuk bisa menjadi baik untuk bisa menjadi masyarakat yang bermanfaat,” kata mantan Kasubdit di Dittipidter Bareskrim Polri itu sebelum dinas di Makassar. (CNN)

Komentar Pembaca