Harga Emas Berjangka Naik di Tengah Pelemahan Dolar

2
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COMHarga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya karena dolar AS yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD14,9 atau 0,87% menjadi ditutup pada USD1.727,80 per ounce, setelah menyentuh posisi terendah sesi di 1.701,70 dolar AS per ounce, demikian dilansir dari Antara, Kamis (8/9/2022).

Bursa Comex tutup pada Senin (5/9) untuk libur Hari Buruh AS.

-iklan-

Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global menyusul kenaikan suku bunga agresif oleh bank-bank sentral utama juga mendukung emas.

Berbicara pada acara virtual yang diadakan oleh Market News International, Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester mengatakan pada Rabu (7/9) bahwa dia berpikir bank sentral AS perlu mendapatkan suku bunga di atas 4,0% pada awal 2023 dan membiarkannya di sana selama beberapa waktu untuk mendinginkan inflasi terpanas di hampir 40 tahun.

Dia tidak memperkirakan ekonomi Amerika Serikat jatuh ke dalam resesi, meskipun risiko yang terjadi meningkat. Investor sekarang memperkirakan kesempatan 72% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September.

Emas telah turun tajam dari tertinggi 2022 karena The Fed mulai menaikkan suku bunga tahun ini. Harga emas tidak banyak diuntungkan dari meningkatnya permintaan safe-haven dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi global.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 35,2 sen atau 1,97%, menjadi ditutup pada USD18,26 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD13,3 atau 1,59%, menjadi ditutup pada USD847,2 per ounce. (okezone)

Komentar Pembaca