Erick Thohir: Harga Pertamax Bisa Turun, Tergantung Harga Minyak Dunia

3
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COMMenteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Pasalnya, harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Erick menyebut apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

“Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,” kata Erick di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Erick menyebut BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Dia menilai jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar USD 95 per barel turun menjadi USD 75 per barel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.

-iklan-

“Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,” ujar Erick.

Dia menuturkan, penyesuaian harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran. Selama ini, kata dia, meski sebagai BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi untuk Pertamax.

“Karena yang selalu diingatkan, yang kita, pemerintah lakukan hari ini bukan kenaikan harga, tapi pengurangan subsidi,” imbuh dia.

Erick menilai perbandingan harga BBM antarnegara tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi saja. Dia berujar, status sebagai negara produsen BBM tentu akan berbeda dengan negara yang hanya mengimpor BBM dalam penentuan harga jual kepada masyarakat.

“Nah ini kadang-kadang persepsi dari masyarakat dibanding-bandingkan, kenapa negara ini lebih murah, karena masih menghasilkan, mayoritas gitu, kalau kita sudah impor,” pungkas dia. (suara)

Komentar Pembaca