13 Kepala Desa Berikrar Lestarikan Sumber Daya Perikanan Pesisir di Kabupaten Muna Barat

5
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COM, Pajala – 9 Agustus 2022. Dinas Kelautan (DKP) Kabupaten Muna Barat dan Rare menyelenggarakan kegiatan yang berjudul Ikrar Kepala Desa dan Bincang-bincang (Talkshow) Pengelolaan Sumber Daya Ikan dengan tema Pengelolaan Akses Area Perikanan untuk Pengembangan Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan di Kabupaten Muna Barat.

Acara ini dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna Desa Pajala Kecamatan Maginti pada Selasa, 9 Agustus 2022 dan dihadiri oleh 85 peserta. Acara yang didahului oleh Talkshow ini diakhiri dengan ikrar 13 kepala desa pesisir dari Kecamatan Maginti dan Kecamatan Tiworo Utara sebagai bentuk komitmen mereka dalam melestarikan sumber daya perikanan pesisir di Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan yang bertujuan untuk membangun sinergitas antara pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Masyarakat ini, merupakan satu bagian dari pelaksanaan program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang diinisiasi oleh DKP Provinsi sejak tahun 2019 lalu. Inisiatif ini kemudian diejawantahkan pada level Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Kelompok di level masyarakat.

Saat ini telah terbentuk dua (2) kelompok PAAP di Kabupaten Muna Barat. Kelompok PAAP ini yang bertanggungjawab dalam menyusun peraturan perikanan dan berkoordinasi dengan para kepala desa dalam implementasi PAAP. Oleh karena itu, penting bagi para kepala desa yang wilayahnya masuk ke dalam kawasan PAAP untuk bisa saling bahu membahu mendukung program ini.

-iklan-

Sejalan dengan hal tersebut, ikrar kepala desa adalah wujud nyata semangat bersama kepala desa di tiga kecamatan di Muna Barat untuk mengatasi permasalahan perikanan. Hal ini sejalan dengan semangat PAAP yang diamanahkan dalam Peraturan Gubernur No. 36 tahun 2019 tentang Pengelolaan Akses Area Perikanan pasal 3.

Selain kepala desa, dukungan juga datang dari kepala daerah untuk program PAAP, dalam hal ini pihak Kabupaten. Bapak Dr. Bahri S.STP, M.Si, selaku Pj Bupati Muna Barat bukan hanya berperan sebagai pembuka kegiatan, tapi juga menjadi salah satu narasumber dalam sesi talkshow. Sedangkan peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi terkait, perwakilan kelompok nelayan, jurnalis, kepala desa dan BPD. Keterlibatan langsung pihak Bupati dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa Kabupaten Muna Barat serius dalam mengembangkan sektor perikanan dan memberikan perhatian yang khusus terhadap nelayan lokal dan tradisional.

“Perlu ada keterlibatan instansi lain agar khususnya KLA di Kawasan Tiworo Utara dan Maginti dapat terawasi, sehingga tidak menitikberatkan kepada kelompok masyarakat, jadi perlu ada kerjasama” tutur Dr. Bahri S.STP, M.Si dalam pidato pembukaannya.

Talkshow mengangkat tentang isu perikanan yang terjadi dan dirasakan langsung oleh nelayan. Abdul Hafid sebagai Ketua Kelompok Nelayan PAAP Maginti Raya dan Ibu Si Ida selaku perwakilan Kelompok Nelayan Sadar PAAP Tiworo Utara menyampaikan permasalahan-permasalahan perikanan yang terjadi di perairan Maginti dan Tiworo Utara dan bagaimana PAAP dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat setempat. Menurut Ibu Si Ida, “Maraknya alat tangkap trawl mengganggu nelayan skala kecil dan membuat hasil tangkapan nelayan menurun dan merusak biota laut seperti terumbu karang” Padahal Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting yang dijadikan sebagai rumah bagi ikan karang khususnya untuk berkembang biak.

Kerusakan yang terjadi pada terumbu karang berdampak pada hilangnya habitat ikan sehingga dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan. Pak Abdul Hafid juga menyatakan sangat mendukung PAAP dan KLA karena menurutnya “terdapatnya KLA dapat menjaga rumah ikan dan harapannya dapat membuat ikan bisa bertambah di perairan Maginti”. Beliau menambahkan dari pengalamannya langsung di masyarakat, terdapat perubahan positif yang muncul seperti masyarakat menegur dan menolak keberadaaan trawl yang masuk di wilayah perairan Maginti.

Ir. H. La Djono sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna Barat juga menambahkan hal yang senada mengenai tantangan perikanan skala kecil di Muna Barat. Mendukung perubahan positif yang muncul di masyarakat, DKP berencana untuk melakukan program penyadartahuan masyarakat pesisir, bantuan alat tangkap tradisional dan sarana pengawasan untuk menghadapi tantangan perikanan yang terjadi di masyarakat.

Terkait dengan kebijakan pemerintah daerah untuk mendukung perikanan skala kecil berkelanjutan, Dr. Bahri, S. STP, M.Si sebagai Pj Bupati Muna Barat menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Muna Barat mendukung pengembangan perikanan skala kecil yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut tertuang dalam kalimatnya: “menurunnya hasil tangkapan karena ilegal fishing menunjukkan bahwa perlu adanya kolaborasi untuk pengawasan sumber daya ikan, antar pihak-pihak yang bergerak di wilayah perairan maupun aparat, masyarakat dan dinas-dinas terkait”.

Komentar Pembaca