Kasus Covid-19 Kembali Naik, Jokowi Ingatkan Warga Harus Tetap Pakai Masker

11
Dengarkan Versi Suara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 di Tanah Air belum selesai. Oleh karenanya, presiden mengingatkan masyarakat harus tetap memakai masker baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua, Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah sebuah keharusan,” ujar Jokowi usai melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (10/7/2022).

Selain memakai masker, kepala negara juga mengingatkan pentingnya masyarakat segera mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksinasi booster.

Jokowi menekankan, vaksinasi booster utamanya harus dilakukan di kota-kota yang interaksi masyarakatnya tinggi.

Dia pun meminta semua pihak terkait terus mendukung pelaksanaan vaksinasi booster. “Saya masih mengingatkan lagi pemerintah daerah, pemerintah kota, kabupaten dan provinsi, serta TNI, Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster karena memang ini diperlukan,” tegasnya.

Klaim masih terkendali

Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali menekankan agar masyarakat Indonesia terus waspada. Utamanya terhadap subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah menyebar di banyak negara.

Meski demikian, menurut Jokowi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini mengalami kenaikan disebutkannya masih terkendali.

Kondisi ini menurutnya diperbandingkan dengan situasi penambahan kasus harian Covid-19 di berbagai negara.

“Alhamdulillah kita masih berada di angka-angka yang masih terkendali. Negara-negara lain ada yang masih 100.000 kasus hariannya. Itu yang harus kita waspadai,” tegasnya.

-iklan-

Data sepekan terakhir

Sementara itu, berdasarkan data yang dilaporkan Satgas Penanganan Covid-19 terpantau adanya penambahan kasus harian yang konsisten di atas 1.000 kasus pada 10 hari terakhir.

Pada 1-5 Juli, rata-rata penambahan kasus positif harian berada di kisaran 1.400-an hingga 1.700-an kasus.

Kemudian pada 5-10 Juli penambahan kasus harian melebihi 2.000-an kasus. Berikut rinciannya: 

  • 1 Juli, tambah 2.049 kasus.
  • 2 Juli, tambah 1.794 kasus.
  • 3 Juli, tambah 1.614 kasus.
  • 4 Juli, tambah 1.434 kasus.
  • 5 Juli, melonjak jadi 2.577 kasus.
  • 6 Juli, tambah 2.743 kasus.
  • 7 Juli, tambah 2.881 kasus.
  • 8 Juli, tambah 2.472 kasus.
  • 9 Juli, tambah 2.705 kasus.
  • 10 Juli, tambah 2.576 kasus.

Sehingga saat ini total ada 6.111.305 kasus Covid-19 di Indonesia. Jumlah ini merupakan keseluruhan total kasus yang dilaporkan sejak 2 Maret 2020 lalu.

Sementara itu, jumlah total pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 5.933.979 orang. Selain itu ada 156.791 orang meninggal dunia akibat Covid-19 selama pandemi ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah mengatakan, puncak kasus Covid-19 memang diperkirakan terjadi pada Juli ini.

Yakni tepatnya pada pekan kedua atau ketiga bulan ini. “Uang kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus (Covid-19). Dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas evaluas PPKM di Istana Merdeka, pada 4 Juli lalu. (kompas)

Komentar Pembaca