Humaniora sepekan, beda waktu Idul Adha hingga penelitian ganja

11
Dengarkan Versi Suara

Jakarta – Sejumlah berita humaniora dalam sepekan terakhir masih menarik untuk disimak pada Minggu (3/7), mulai dari perbedaan penetapan waktu Idul Adha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi hingga penelitian tanaman ganja.

Berikut sejumlah berita pilihan sepekan:

1. Kemenag jelaskan perihal beda waktu Idul Adha di Indonesia dan Saudi

Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan penjelasan perihal perbedaan penetapan waktu Idul Adha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi setelah pemerintah mengumumkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022 dan Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022.

2. Kemendikbudristek luncurkan dana abadi perguruan tinggi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar episode ke-21, yakni dana abadi perguruan tinggi.

-iklan-

3. Ma’ruf Amin: Fatwa MUI tetap larang pernikahan beda agama

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan fatwa larangan soal pernikahan beda agama, meski ada putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang mengabulkan permohonan nikah tersebut.

4. Hampir 90 persen jamaah haji sudah di Mekkah

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Mukhammad Khanif mengatakan hingga saat ini sudah hampir 90 persen jamaah calon haji Indonesia yang sudah tiba di Mekkah, Arab Saudi.

5. BNPB tetapkan status keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku

Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak melalui Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022.

6. Kemenkes segera terbitkan regulasi penelitian tanaman ganja

Kementerian Kesehatan RI segera menerbitkan regulasi yang mengatur pelaksanaan riset tanaman ganja untuk kebutuhan medis.

Komentar Pembaca