HIPTI Jamin Investor Berinvestasi Aman dan Nyaman di Sultra

10
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COM, KENDARI – Sulawesi Tenggara merupakan sebuah provinsi Indonesia yang terletak pada bagian tenggara Pulau Sulawesi dengan Ibukota Kendari.

Provinsi ini terletak pada Jasirah tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak pada bagian selatan garis khatulistiwa.

Indonesia memiliki banyak daerah yang berpotensi sebagai pengekspor, salah satunya adalah Sulawesi Tenggara. Banyak orang tak tahu bahwa Sultra menjadi salah satu penopang kegiatan ekspor Indonesia.

Provinsi ini merupakan salah satu daerah yang menjadi daerah pengekspor batu bara berupa nikel. Nilai ekspor Sulawesi Tenggara yang mayoritas adalah nikel telah mencapai dari 40% dari total ekspor.

Menurut data ekspor Dinas Industri perdagangan sultra menunjukkan bahwa dari volume ekspor seluruhnya sekitar 9,171 ton sekitar 40% lebih merupakan ekspor nikel. Bahwa pertambangan menjadi salah satu produk terbesar pengekspor untuk Provinsi dengan ibukota Kendari ini. Walaupun banyak yang tak mengetahui, namun Sultra merupakan daerah yang sangat penting bagi komoditas ekspor Indonesia.

Provinsi ini mengekspor berbagai macam produk tidak hanya hasil perkebunan, kehutanan manufaktur dan kelautan dan juga mengekspor produk pertambangan.

Berangkat dari itu Ketua Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) Sultra, Rusmin Abdul Gani mengatakan melalui momentum ini Hadirnya HIPTI bisa semakin meningkatkan kepercayaan investor dan penanam modal untuk berinvestasi di Sultra.

HIPTI menyiapkan karpet merah untuk menjemput investasi dalam mengembangkan dan memajukan Sultra. Selain itu HIPTI juga membuka diri dalam membangun komunikasi kepada semua pihak, baik pemerintah maupun investor lain untuk dapat berinvestasi secara aman dan nyaman di Sulawesi Tenggara dengan tetap memuliakan kearifan lokal (alam, masyarakat, dan budaya).

“Hadirnya HIPTI dengan slogan lokal menasional dengan mengusung kearifan lokal telah menumbuhkan kepercayaan dari teman-teman investor dan penanam modal dari luar sultra dan masyarakat –masyarakat Stakeholder baik itu pemilik lahan maupun pemilik bisnis didalam sultra itu sendiri,” katanya

Mantan Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara itu mengatakan, HIPTI bisa semakin meningkatkan kepercayaan investor sehingga peluang-peluang usaha baik itu yang masuk melalui laut sultra maupun potensi sumber daya alam sultra bisa dikelola lebih maksimal. Sehingga HIPTI mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar bisa bersama-sama HIPTI untuk bisa meningkatkan kapasitas pengetahuan terkait peluang dan pengelolaan bisnis SDA di Sultra.

-iklan-

“SDA yang dimiliki Sulawesi Tenggara cukup melimpah dan investasi juga banyak yang masuk sehingga multi efek bisnis ini sangat luas, baik itu bisnis kuliner, logistic, digital, dan bisnis lainnya. Saya kira peluang bagi kita untuk memanfaatkan itu. Sehingga kami dari HIPTI membuka ruang untuk masyarakat Sultra untuk sama sama meningkatkan kapasitas dalam rangka menyonsong dan menghadapi peluang –peluang bisnis yang ada di Sultra ini,”ucapnya.

Rusmin mengatakan , HIPTI dengan mengusung kearifan local ini budaya asli Suku Tolaki, telah menanamkan falsafah Kalosara sebagai falsafah hidup Pengusah Tolaki yang diharapkan akan menjadi pedoman dalam berbisnis dan bermasyarakat.

Kata dia, secara historis, kalosara merupakan landasan dasar dari keseluruhan sistem sosial budaya Suku Tolaki termasuk kepemimpinan, kaidah-kaidah hidup bermasyarakat, sistem norma, sistem hukum dan aturan-aturan lainnya.

Dalam kehidupan sosial budaya sehari-hari secara umum baik merupakan rakyat biasa, sebagai seorang tokoh formal maupun nonformal, nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam adat kalosara berintikan persatuan dan kesatuan, keserasian dan keharmonisan, keamanan dan kedamaian.

Lambang kalosara juga menjadi landasan kultural bagi setiap individu dalam menciptakan suasana kehidupan bersama yang aman damai serta dalam menegakkan aturan baik berupa hukum adat maupun hukum negara

Rusmin menegaskan khususnya pengusaha local sangat mensakralkan Kalosara, sehingga Falsafah Kalosara bisa menjadi benteng investor luar Sultra dan investor lokal dalam membangun kepercayaan dan komitmen engan mitra-mitra bisnisnya

“Saya yakin teman-teman yang betul-betul memahami dan memaknai Kalosara ini mereka tidak akan mungkin mengkhianati komitmen-komitmen yang mereka bangun dengan mitra-mitra bisnisnya. Karena kalau dia mengkhianati, secara ekonomi mungkin dia mengalami kerugian, tetapi kerugian yang paling besar adalah kerugian sanksi social masyarakat. Karena bisnis tanpa komitmen saya yakin siapaun tidak akan mau bekerjasama dengan pengusaha itu,” katanya.

Lanjut Rusmin, mengatakan saat ini Investor-investor dari luar sultra sudah memahami konsep Kalosara ini. Kata dia, para investor percaya konsep tersebut , mereka percaya pengusaha Tolaki memiliki simbol konsep kalosara yang bisa membetengi mereka sehingg a mereka berinvestasi secara aman dan nyaman di Sulawesi Tenggara.

Rusmin bilang dunia saat ini sedang melirik Sulawesi Tenggara, ini merupakan momentum untuk menyampaikan ke Dunia bahwa di daratn Sultra ada Suku yang namanya Suku Tolaki. Meskipun begitu, HIPTI sangat terbuka dengan suku lain , karena Suku Tolaki menyadari tidak bisa bergerak sendiri mesti ada kolabarasi dan kerja sama dengan Suku lain. Olehnya itu, Kata Rusmin, HIPTI hadir untuk mengakomodir semua itu.

“HIPTI memberikan edukasi kepada mereka (Suku Tolaki,red) untuk bagaimana mengelola Sumber Daya Alam yang ada sehingga punya nila tambah begitu juga dengan Suku lain silahkan masuk bergabung mentrasformasi ilmu pengetahuaanya dan modalnya untuk sama-sama maksimalkan Sumber Daya Alam kita ini,” katanya.

Rusmin membeberkan pada Industri Pertanian dari komiditi Porang dan jagung, HIPTI Sultra telah membina perusahaan local untuk menjadi pengumpul Komiditi Porang di Sultr. Perusahaan tersebut telah memiliki sertifikat telah memiliki kepercayaan dari pengusaha luar untuk menjadi pengumpul Porang.
“Jadi memang semua proses ini butuh waktu, tak semudah kita membalikkan telapak tangan, apalagi mainseat bisnis orang kendari ini mainseat yang instan. Sementara untuk bisini real seperti pertanian butuh waktu. Tetapi ketika ini kita jalani saya yakin ini akan berkelanjutan dan jangka panjang,” ucapnya.

Rusmin menambahkan, Ada potensi bisnis di Sultra yang sangat strategis yang jarang untuk dilirik, yaitu potensi bisnis kemaritiman. Industri yang ada di Sultra selama ini menggunakan transportasi laut.
Melihat kondisi tersebut sehingga ada investo-investor besar yang ingin membangun Industri ‘Galangan Kapal’ di Sulawesi Tenggara.

“Ini peluang yang sudah ditangkap HIPTI, sehingga HIPTI juga sudah bekerjasama dan mengajukan permohonan kepada BLK untuk melatih anak-anak local sehingga bisa menjadi teknisi Las yang bersertifikat. Termasuk bisnis kemaritiman ini tidak hanyanproses perbaikan dan pembuatankapalnya saja, kita berharap nanti akan ada terbangun SMK dan Polteknik Kemaritiman di Sultra,” pungkasnya.

Komentar Pembaca