Aiptu Sofyan, Satu-satunya Doktor di Polda Sultra

55
Dengarkan Versi Suara

JALURINFOSULTRA.COM – Sofyan pria kelahiran Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan ini pangkatnya memang Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) di Polresta Kendari, namun semangatnya dalam menuntut ilmu membuat keinginan dan cita-citanya bisa tercapai sehingga meraih gelar akademiknya sebagai Doktor pertama di Institusi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aiptu Sofyan tercatat dengan gelar Doktor ke-113 pada Ilmu Manajemen, Universitas Haluoleo Sultra setelah mengikuti Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara, di Aula Pascasarjana UHO Kendari, Jumat (15/7/2022).

Mengenakan jas hitam,  Aiptu Sofyan percaya diri mempertanggungjawabkan disertasinya dihadapan para penguji.

Sidang terbuka tersebut sangat berkesan karena dihadiri oleh istri Sofyan yakni Dwi Yani Lestari serta sejumlah pengurus BPW KKSS Sultra dan Paguyuban se-Sulawesi Tenggara.

Dalam presentasi disertasinya, Sofyan menguraikan hasil disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kompetensi Personil dan Budaya Organisasi terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Personil serta Pengaruh Timbal Balik Kinerja Personil terhadap Komitmen Organisasi (Studi pada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara)’.

-iklan-

Dari hasil penelitian ayak empat anak itu memaparkan, bahwa kompetensi personil secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja personil. Artinya Kompetensi yang dimiliki personil yang terdiri dari sikap kerja, pengetahuan dan keterampilan sangat penting karena terbukti mampu meningkatkan kinerja personil Polda Sultra.

Lanjut Sofyan menjelaskan, budaya organisasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Artinya budaya organisasi yang terdiri dari budaya birokratif, budaya suportif dan budaya inovatif merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan karena terbukti secara signifikan mampu meningkatkan komitmen personil Polda Sultra.

Ketua Himpunan Masyarakat (Humas) Sinjai Sultra itu juga merumuskan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja personil melalui komitmen organisasi. 

Sekertaris umum (Sekum) BPW KKSS Sultra itu menyarankan agar budaya organisasi perlu lebih ditingkatkan kembali khususnya indikator budaya kontingen, karena dipersepsikan paling lemah dalam mencerminkan budaya organisasi Polda Sultra.

Diakhir disertasinya, Sofyan mengatakan ada tiga kompetensi penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri yaitu kompetensi teknis, etika, dan kepemimpinan.

Kata dia, sebagai anggota Polri harus memiliki kemampuan teknis yang tinggi, berupa kemampuan mengoperasionalkan tugas pokok. Kemudian dalam kompetensi etika, sebagai anggota Polri dalam melaksanakan tugas dituntut untuk menjadi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Sedangkan dalam kompetensi kepemimpinan, setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin, terutama pemimpin pada diri sendiri. 

“Kita harus mampu memimpin emosi kita agar tidak mengedepankan emosional,” tutup Sofyan.

Setelah memaparkan disertasinya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan penguji, Kordinator Paguyuban Nusantara Sultra itu ditetapkan sebagai Doktor Ilmu Manajemen UHO dengan predikat yudisium sangat memuaskan. (red)

Komentar Pembaca