Jasa Raharja Sultra Sosialisasikan Jr-Care Guna Tingkatkan Layanan Pasien Laka Lantas

39
Dengarkan Versi Suara

KENDARI- PT Jasa Raharja terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat khusunya pasien yang dirawat di Rumah Sakit akibat dari kecelakaan lalu lintas. Sejalan dengan hal ini, Jasa Raharja melakukan standarisasi pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada pasien kecelakaan lalu lintas yang disebut dengan JR-Care.

Jumat (10/6), Jasa Raharja Sulawesi Tenggara melakukan sosialisasi aplikasi JR-Care tahap I kepada seluruh rumah sakit yang telah bekerjasama di Kota Kendari, dimana sebelumnya telah dilaksanakan  Soft Launching aplikasi JR-Care yang digelar di kantor Kementerian BUMN, Jakarta pada Kamis (2/6) oleh Rivan Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja.

-iklan-

Kegiatan sosialisasi ini dibawakan oleh Lucy Andriani, S.Kom., PIA., CFrA., QRMP.,, Kepala Jasa Raharja Sulawesi Tenggara sebagai narasumber yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting, dalam kegiatan tersebut Kepala Jasa Raharja Sulawesi Tenggara menjelaskan pentingnya memaksimalkan perawatan bagi para pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas, dengan biaya yang terdiri dari biaya obat dan alat kesehatan, biaya dokter hingga biaya perawatan yang terdiri dari biaya kamar dan biaya administrasi selama pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Lanjut Kepala Jasa Raharja Sulawesi Tenggara menjelaskan, didalam proses penerapannya, diharapkan masing masing ekosistem jasa layanan akan memaksimalkan peran dan fungsi masing-masing. Jasa Raharja bekerjasama dengan PT Indofarma sebagai fasilitator  penyusun formularium  bersama tim ahli, yang nantinya akan melakukan penyediaan obat dan alat kesehatan.

“Sesuai dengan PMK nomor 15 dan 16 Tahun 2017, untuk korban luka-luka yang memerlukan perawatan dan pengobatan dijamin oleh Jasa Raharja s.d maksimal Rp 20 juta, biaya ambulans dan kendaraan yang membawa penumpang ke fasilitas kesehatan s.d maksimal Rp 500 ribu dan biaya pertolongan pertama pada Kecelakaan s.d maksimal Rp 1 juta. Sehingga diharapkan pasien mendapatkan perawatan maksimal dan juga kegiatan pencegahan yang telah dilaksanakan dapat menekan jumlah angka kecelakaan yang terjadi”, tutup Lucy. (red)

Komentar Pembaca