Dugaan Hilang-Tewasnya Staf Pengadilan Agama Kolaka Usai Dijemput Wanita

19
Dengarkan Versi Suara

Kolaka – Polisi masih menyelidiki kasus Firdaus (37), Staf Pengadilan Agama Kolaka yang tewas mengenaskan setelah dijemput orang tak dikenal. Keluarga kemudian mengungkap orang yang menjemput korban merupakan seorang wanita.
Adik kandung korban, Firmansyah mengaku dugaan korban dijemput wanita itu bermula saat keluarganya mencari korban kemudian bertemu seorang remaja berusia 16 tahun. Remaja ini mengaku sempat melihat korban sebelum dijemput.

“Waktu itu dia duduk di dekker (tempat duduk di pinggir jalan) sedang main game, dia lihat ada almarhum,” ujar Firmansyah, Jumat (24/6).

Firmansyah mengatakan remaja tersebut mengaku sempat mendengar percakapan almarhum dan seseorang di sambungan telepon. Jarak remaja itu cukup dengan korban, yakni hanya sekitar 3 meter.

“Dia dengar almarhum angkat telepon ‘jemput mi saya’,” ujar Firmansyah.

Remaja itu mengaku mengabaikan kehadiran korban di dekatnya sehingga dia lanjut bermain game. Namun beberapa waktu kemudian dia sudah tidak melihat korban lagi.

“Dia langsung lanjut main game, pas dia angkat lagi kepala, sudah itu dia (almarhum) hilang tidak kelihatan di situ lagi,” tuturnya.

Firmansyah mengatakan pihaknya sempat menanyakan kepada saksi terkait sosok yang menjemput dan membawa korban pergi.

“Saya tanya perempuan yang jemput dia senyum-senyum saja,” katanya.

Karena remaja itu hanya tersenyum, pihak keluarga meyakini korban memang dijemput oleh seorang wanita.

“Oh pikiran kita itu kalau dia ketawa, pasti ke arah perempuan, dia mungkin takut jawab,” katanya.

CCTV Jadi Petunjuk
Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa mengaku pihaknya mendalami petunjuk CCTV. Dia mengaku ada rekaman kamera pengawas yang dilewati oleh korban saat dijemput orang tak dikenal tersebut.

-iklan-

“Kami masih melakukan penyelidikan dan ada beberapa CCTV juga yang kita dalami kaitan itu,” kata Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa dalam wawancara terpisah, Jumat (24/6).

Namu Saiful enggan menjelaskan lebih lanjut. Dia mengaku pihaknya tak ingin gegabah memberikan keterangan saat penyelidikan masih dilakukan.

“Tim bergerak dengan bukti dan saksi (untuk mengetahui korban) terakhirnya ada di mana,” katanya.

Saiful Mustofa juga meminta waktu agar pihaknya bisa melakukan pengungkapan kasus tersebut karena jika informasi disampaikan secara gamblang maka pelaku terkait mudah menghilangkan jejak.

“Kalau di publik (informasi pengungkapan) nanti bias dan kami takut orangnya kabur,” ujarnya.

Peristiwa Korban Hilang Misterius
Untuk diketahui, korban awalnya dijemput OTK pada Minggu (19/6) malam. Saat itu korban pamit untuk pergi takziah.

“Info terakhir dia mau pergi takziah di rumah keluarga di Jalan Sudirman, tapi ndak tahu yang jemput siapa,” ujar Firmansyah, Rabu (22/6).

Belakangan Firdaus tak kunjung pulang dan tidak ada kabar lagi. Akibatnya keluarga membuat laporan polisi soal hilangnya korban.

“Sudah kita lapor di polisi ketika hilang 1×24 jam,” tutur Firmansyah.

Belakangan terungkap Firdaus ditemukan tewas di Pantai Kayu Angin sekitar pukul 07.00 Wita, Rabu (22/6). Mayatnya pertama kali ditemukan oleh Jaenab, seorang warga sekitar pantai.

“Mayat tersebut diduga Firdaus yang menghilang hari Minggu (19/6) sekitar pukul 19.00 Wita dengan alasan untuk pergi takziah,” kata Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aipda Riswandi dalam keterangannya, Rabu (22/6).

Menurut Riswandi, saksi Jaenab awalnya mengira jenazah yang dilihatnya boneka dan begitu didekati, ternyata itu adalah jasad Firdaus.

“Jaenab mendekati dan melihat mayat laki-laki dengan posisi terlentang,” ujarnya.(detik)

Komentar Pembaca