Dinsos Kendari Soroti Konten Kreator Sedekah Bikin Anjal-Gepeng Marak

17
Dengarkan Versi Suara

Kendari – Dinas Sosial Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti banyaknya konten kreator sedekah atau berbagi di jalanan. Aksi ini dinilai membuat anak jalanan atau anjal, gelandangan dan pengemis (gepeng) makin marak di jalanan.
“Kami dari Dinsos imbau saja kalau bisa sedekah di panti, pondok, hingga masjid. Dampaknya kalau di jalan mereka (anjal-gepeng) semakin manja,”

Informasi yang dihimpun, para pegiat media sosial lokal marak membuat konten sedekah atau berbagi di jalanan di Kendari. Mereka memberi bantuan ke anjal dan gepeng yang kemudian viral.

auf menuturkan, saat anjal dan gepeng ini tahu lokasi konten berbagi maka mereka akan ke bergerak ke sana. Akibatnya jika banyak konten kreator berbagi di jalanan, maka akan banyak anjal dan gepeng yang turun ke jalanan karena mengharap bantuan.

“Mereka semakin manja akan kesitu terus (lokasi tempat berbagi), pasti,” beber dia.

-iklan-

Padahal menurut Rauf, ada aturan seperti Perda Kota Kendari Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis Dan Pengamen sebagai upaya pemerintah untuk tidak membuat anjal dan gepeng manja.

“Kalau sesuai aturan kan kita dilarang beri infak di jalan, agar anak-anak kita ini tidak manja di situ,” bebernya.

Selain itu, maraknya anjal dan gepeng di jalanan juga berisiko bagi pengguna jalan. Bila berkerumun di jalan pasti mengganggu aktivitas pengguna jalan. Pihaknya tidak pernah melarang orang untuk berbuat baik dengan bersedekah namun lebh baik bersedekah di tempat yang cocok.

“Namanya juga manusia, kita sebatas menghimbau pada mereka (sedekah di jalan) kalau bisa janganlah, tapi kita juga tidak bisa batasi orang dan kami berterima kasih tapi hanya saja tempatnya yang kurang pas,” ujar dia. (detik.com)

Komentar Pembaca